
Asuransi Asei Indonesia
www.asei.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
20
Products
Market Signals
ILUSTRASI. Asuransi Marine Cargo (KONTAN/Cheppy A Muchlis)
Reporter: **Belva Safina** | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, klaim asuransi marine cargo naik lebih tinggi dibandingkan kenaikan premi.
Adapun klaim asuransi marine cargo naik 16,95% secara _Year on Year_ (YoY) per Agustus 2026, sedangkan premi lini tersebut naik hanya 3,49% secara YoY.
Terkait hal itu, PT Asuransi Asei Indonesia (Asei) menilai klaim asuransi marine cargo yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan premi perlu diwaspadai.
Direktur Utama Asei Dody Dalimunthe mengatakan, kondisi ini menjadi sinyal adanya tekanan risiko pada lini marine cargo.
“Kenaikan klaim yang lebih tinggi daripada pertumbuhan premi merupakan sinyal bahwa tekanan risiko pada lini marine cargo perlu diwaspadai,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (22/10/2026).
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan kinerja asuransi kendaraan bermotor akan terus bertumbuh hingga akhir tahun 2026.
Proyeksi ini melanjutkan tren pertumbuhannya pada periode kuartal II-2026 yang mencatatkan kenaikan premi sebesar 4,9% _year on year_ (YoY) dengan nilai mencapai Rp 9,85 triliun.
Dengan kinerja ini, Ketua Umum AAUI, Budi Herawan memproyeksikan segmen asuransi kendaraan bermotor bisa tumbuh mencapai 6%-7% pada akhir tahun 2026 nanti.
Target tersebut didukung oleh ekosistem penjualan kendaraan bermotor yang juga menunjukkan kinerja positif.
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Dody Dalimunthe (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian industri asuransi umum dalam mengelola portofolio investasi.
Di tengah volatilitas pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN) dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga stabilitas investasi, dengan tetap mempertimbangkan risiko dan kebutuhan likuiditas perusahaan.
IHSG ditutup merosot 11,57% ke level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Secara _year to date_ (ytd), indeks saham domestik tersebut terkoreksi 40,73%.
Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Dody Dalimunthe mengatakan, gejolak pasar saham perlu dicermati industri asuransi umum karena investasi merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
ILUSTRASI. Asuransi umum mewaspadai volatilitas saham, perubahan suku bunga, pelemahan rupiah, dan risiko likuiditas hingga akhir 2026. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian pasar keuangan menjadi tantangan bagi industri asuransi umum dalam menjaga kinerja investasi hingga akhir 2026. Perusahaan perlu menyeimbangkan upaya memperoleh imbal hasil dengan pengelolaan risiko, kecukupan modal, serta kemampuan memenuhi kewajiban pembayaran klaim.
Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Dody Dalimunthe mengatakan, salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah volatilitas pasar saham dan potensi penurunan harga saham lebih lanjut.
Menurut dia, perusahaan asuransi umum perlu mengantisipasi kemungkinan tekanan pasar berlanjut apabila ketidakpastian mengenai status Indonesia dalam indeks global, arus modal asing, dan kepercayaan investor belum mereda.
ILUSTRASI. Asei Luncurkan Produk Medical Malpractice Insurance dan Motor Vehicle Insurance (Dok/ASEI)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam 11,57% ke level 5.185,10 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). Secara year to date, IHSG terkoreksi sebesar 40,73%.
Mengenai hal itu, PT Asuransi Asei Indonesia menilai koreksi tajam di pasar saham tentu menjadi perhatian bagi industri asuransi umum. Hal itu mengingat investasi merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Dalam kondisi volatilitas pasar saham yang meningkat, Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan perusahaan perlu mengevaluasi kembali eksposur terhadap saham.
"Khususnya, dari sisi besaran penempatan, kualitas emiten, likuiditas, serta dampaknya terhadap laba dan kesehatan keuangan," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (16/10/2026).
ILUSTRASI. Asuransi Asei Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: **Secillia Hafifah** | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berpotensi memengaruhi pola permintaan asuransi umum di segmen ritel. Konsumen diperkirakan semakin selektif dalam memilih produk perlindungan dan mempertimbangkan besaran premi sesuai kemampuan keuangan.
Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan, penurunan IKK menjadi sinyal yang perlu diantisipasi industri asuransi. Meski demikian, indeks tersebut masih berada di zona optimistis karena lebih tinggi dari 100.
ILUSTRASI. Asuransi Asei Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia melihat pertumbuhan kredit properti sebagai katalis perbaikan premi asuransi properti.
Menurut laporan analisis uang beredar Bank Indonesia, kredit properti berhasil tumbuh 18,3% secara tahunan pada Agustus 2026.
Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan, pertumbuhan kredit properti mencerminkan peningkatan aktivitas pembelian, pembangunan, dan pembiayaan aset. Seiring bertambahnya aset yang dibiayai, kebutuhan perlindungan terhadap risiko kebakaran, bencana alam, kerusakan, dan risiko lainnya juga berpotensi meningkat.
Sayangnya, pertumbuhan kredit properti tersebut belum cukup menjamin premi properti bisa langsung berbalik tumbuh.
"Namun, transmisi dari pertumbuhan kredit ke premi asuransi membutuhkan waktu," ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/10/26).
ILUSTRASI. Asuransi ASEI (Dok/ASEI)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan belum seluruh barang atau aset milik negara terlindungi oleh asuransi, terkhusus yang dinaungi oleh Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN). Saat ini, tercatat baru 20% barang milik negara yang telah terlindungi asuransi.
PT Asuransi Asei Indonesia menilai belum semua barang milik negara terlindungi asuransi tidak semata-mata terletak pada kapasitas industri asuransi.
Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menerangkan tantangan yang mendasari hal tersebut adalah membangun risk profile barang milik negara secara menyeluruh. Dia bilang aset pemerintah sangat beragam, baik dari sisi jenis, nilai, lokasi, konstruksi, serta tingkat eksposur terhadap bencana.