
Asuransi Jasa Indonesia
jasindo.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
20
Products
Market Signals
ILUSTRASI. Ilustrasi asuransi syariah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
Reporter: **Belva Safina** | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Investasi Industri asuransi syariah menunjukkan tren pemulihan hingga kuartal III-2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hasil investasi industri asuransi syariah berbalik positif, mencapai Rp 1,2 triliun per Agustus 2026, membaik dari posisi Juni 2026 yang sempat minus Rp 503,3 miliar.
Berdasarkan data OJK, hasil investasi asuransi syariah naik menjadi Rp 346 miliar pada Juli dan melonjak pada Agustus 2026 tembus Rp 1,2 triliun. Namun, pencapaian hingga Agustus 2026 lebih rendah dibandingkan hasil investasi pada Agustus 2025 yang mencapai Rp 1,7 triliun.
Menanggapi hal tersebut, PT Asuransi Jasindo Syariah (Jasindo Syariah) menilai, perbaikan hasil investasi industri sebagai sinyal positif dan membuka peluang penguatan kinerja di tengah dinamika pasar keuangan.
Loading...Loading...
Loading...
Asuransi Jasindo Perkuat Strategi Pengelolaan Risiko di Tengah Kompleksitas Bisnis | Infobanknews
ILUSTRASI. Direktur Utama Jasindo Syariah At Yaltha (tengah) (KONTAN/Ferry Saputra)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam roadmap atau peta jalan pengembangan dan penguatan perasuransian Indonesia 2023-2027, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa variasi produk syariah menjadi salah satu tantangan bagi industri asuransi syariah.
Jika dibandingkan asuransi konvensional, terdapat keterbatasan variasi produk untuk asuransi syariah. Dengan demikian, banyak masyarakat yang akhirnya melirik produk asuransi konvensional karena tak berbeda jauh dibandingkan syariah.
Mengenai hal itu, PT Asuransi Jasindo Syariah memandang inovasi produk merupakan kebutuhan penting bagi industri asuransi syariah. Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah, Wahyudi menerangkan inovasi tersebut perlu berangkat dari kebutuhan perlindungan masyarakat, sehingga perbedaannya memberikan nilai tambah yang nyata bagi peserta.
Loading...Loading...
Loading...
Jasindo Dorong Mitigasi Risiko untuk Jaga Kelancaran Logistik Laut Indonesia | Infobanknews
ILUSTRASI. Asuransi Jasindo (DOK/Jasindo)
Reporter: **Nina Dwiantika** | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perlindungan asuransi terhadap Barang Milik Negara (BMN) masih terbatas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, baru sekitar 20% aset negara yang telah mendapatkan perlindungan asuransi, terutama melalui Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN).
Kondisi ini menunjukkan masih besarnya kebutuhan perlindungan aset negara. Namun, perluasan asuransi BMN tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas industri asuransi, melainkan juga membutuhkan kesiapan data aset, penentuan prioritas, anggaran, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga.
Direktur Operasional PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Ocke Kurniandi mengatakan, perlindungan aset negara perlu mempertimbangkan nilai, karakteristik, dan tingkat risiko setiap aset. Terlebih, aset strategis seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perkantoran pemerintah berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan publik.
ILUSTRASI. Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana (Dok./Jasindo)
Reporter: **Secillia Hafifah** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) yang tercatat Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati industri asuransi umum.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi prioritas pengeluaran masyarakat, termasuk dalam membeli produk asuransi.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brillian Gema mengatakan, perubahan daya beli dan keyakinan konsumen dapat memengaruhi permintaan asuransi umum.
Namun, kebutuhan masyarakat untuk melindungi aset dan memitigasi risiko finansial juga menjadi faktor yang menentukan.
“Perubahan daya beli dan keyakinan konsumen tentu menjadi salah satu faktor yang kami cermati karena dapat memengaruhi prioritas pengeluaran masyarakat,” ujar Brillian kepada Kontan, Senin (12/10/2026).
ILUSTRASI. Ilustrasi asuransi syariah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri asuransi syariah mulai menunjukkan perbaikan hingga Agustus 2026. Meski kontribusi masih mencatatkan kontraksi secara tahunan, penurunannya jauh lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi industri asuransi syariah turun 0,12% secara tahunan atau _year on year_ (YoY) pada Agustus 2026. Kontraksi tersebut membaik signifikan dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 12,67% YoY.
Secara nominal, kontribusi industri asuransi syariah juga meningkat. Pada Juli 2026, kontribusi tercatat sebesar Rp14,19 triliun, kemudian naik menjadi Rp15,96 triliun pada Agustus 2026.
Perbaikan kinerja tersebut menjadi sinyal positif bagi industri asuransi syariah. Namun, tren tersebut masih perlu dipertahankan dalam beberapa periode berikutnya untuk memastikan pemulihan berlangsung secara berkelanjutan.
ILUSTRASI. Asuransi Jasindo (DOK/Jasindo)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan belum seluruh barang atau aset milik negara terlindungi oleh asuransi, terkhusus yang dinaungi oleh Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN). Saat ini, tercatat baru 20% barang milik negara yang telah terlindungi asuransi.
Mengenai hal itu, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) selaku Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN) melihat terdapat berbagai aspek yang menyebabkan belum seluruh barang milik negara terlindungi asuransi. Direktur Operasional Asuransi Jasindo Ocke Kurniandi mengungkapkan beberapa penyebabnya, yakni penetapan prioritas berdasarkan tingkat risiko, kesiapan anggaran, dan koordinasi antara kementerian atau lembaga.