
Asuransi Kredit Indonesia
askrindo.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
20
Products
Market Signals
 Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |20:09 WIB
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) membukukan laba setelah pajak konsolidasian sebesar Rp1,69 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) membukukan laba setelah pajak konsolidasian sebesar Rp1,69 triliun. Pada periode yang sama, perusahaan asuransi dan penjaminan tersebut mencatatkan total aset konsolidasian sebesar Rp31 triliun, mencerminkan kinerja keuangan perusahaan di tengah dinamika industri asuransi.
Selain itu, Askrindo mencatatkan pendapatan penjaminan entitas induk sebesar Rp3,30 triliun dengan beban penjaminan Rp1,90 triliun sepanjang 2025. Perusahaan menyebut capaian tersebut didukung oleh pengelolaan risiko dan upaya menjaga kualitas portofolio bisnis.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memastikan program perampingan (_streamlining_) industri asuransi yang tengah dicanangkan pemerintah tidak akan mengganggu operasional perusahaan.
Anggota holding Indonesia Financial Group (IFG) sekaligus bagian dari Danantara ini menegaskan seluruh lini bisnis tetap berjalan optimal di tengah proses pengaturan tersebut.
Direktur Utama Askrindo R. Mahelan Prabantarikso menyatakan, perseroan berupaya untuk menjaga kinerja dan pelayanan kepada para mitra bisnis di tengah bergulirnya kebijakan pengaturan industri asuransi.
“Kami memastikan proses _streamlining_ ini berjalan tanpa mengganggu operasional perusahaan, di mana seluruh lini bisnis akan tetap berjalan secara optimal dan terus menunjukkan kinerja terbaik serta komitmen penuh kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan,” ujar Mahelan dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Kamis, 15 Oktober 2026 – 15:45 WIB
Direktur Utama Askrindo R. Mahelan Prabantarikso. Foto: Askrindo
jpnn.com, JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) meraih penghargaan Special Award: Profit Growth Excellence for Insurance Company dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas pencapaian pertumbuhan laba tertinggi di antara perusahaan asuransi dengan aset di atas Rp3 triliun.
Direktur Utama Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan melalui penerapan manajemen risiko dan pengelolaan portofolio yang baik.
Secara konsolidasian, Askrindo membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,69 triliun sepanjang 2025.
ILUSTRASI. Logo Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: **Prayogi Ikhrawinata** | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Jakarta Utara gandeng PT Askrindo (Persero) guna memperluas akses pelaku usaha terhadap layanan asuransi umum dan penjaminan atau suretyship.
Kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Regional Office I Jakarta pada 7 Oktober 2026. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membuka akses informasi dan peluang pemanfaatan layanan Askrindo bagi pelaku usaha.
Ketua Kadin Kota Jakarta Utara Arief Dharmawanto mengatakan, kebutuhan dunia usaha tidak hanya berkaitan dengan transaksi bisnis, tetapi juga dukungan untuk memberikan kepastian dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Kami melihat kerja sama ini sebagai bentuk kolaborasi nyata untuk memperluas akses pelaku usaha terhadap layanan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis,” ujar Arief dalam keterangan resmi, Jumat (9/10).
Kamis, 08 Oktober 2026 – 19:37 WIB
Askrindo memperkuat tata kelola operasional untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan pelaku UMKM. Foto: Askrindo
jpnn.com, JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo memperkuat kualitas layanan kepada nasabah dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui transformasi operating model yang berfokus pada penyempurnaan operasional baru untuk penciptaan nilai.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni sentralisasi tiga fungsi operasional kantor cabang, meliputi Keuangan dan Akuntansi, Underwriting, serta Klaim.
Implementasi sentralisasi tersebut ditandai melalui seremoni di Graha Askrindo yang dihadiri Plt. Direktur Peningkatan Nilai Badan Usaha Milik Negara Keuangan, Telekomunikasi dan Jasa BP BUMN Widia Jessti, Direktur Keuangan Indonesia Financial Group (IFG) Heru Handayanto, serta jajaran Direksi Askrindo.
Gap Literasi dan Inklusi Asuransi di RI Masih Lebar, Ini Buktinya (Foto: Freepik)
JAKARTA - Indeks literasi asuransi turun menjadi 42,84 persen pada Agustus 2026. Demikian berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang disampaikan OJK, LPS, dan BPS.
Angka ini turun dari 45,45 persen pada tahun sebelumnya, sementara inklusi asuransi baru mencapai 29,55 persen, menyisakan gap lebih dari 13 poin persentase. Penurunan ini terjadi justru ketika literasi keuangan nasional meningkat menjadi 69,57 persen dan telah melampaui target RPJMN 2025-2029.
JAKARTA, KOMPAS.com — Mahasiswa dinilai sebagai kelompok usia paling aktif secara digital, tetapi masih menghadapi kesenjangan besar dalam pemahaman dan pemanfaatan produk asuransi.
Untuk itu, mahasiswa perlu diperkenalkan dengan pengertian dan manfaat dari produk asuransi.
Langkah ini merespons hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2026.
Survei tersebut melaporkan, indeks literasi asuransi turun menjadi 42,84 persen dari 45,45 persen pada tahun sebelumnya. Sementara inklusi asuransi baru mencapai 29,55 persen, menyisakan gap lebih dari 13 poin persentase.
Penurunan ini terjadi justru ketika literasi keuangan nasional meningkat menjadi 69,57 persen dan telah melampaui target rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) memperkuat kerja sama lewat penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus, yakni Kontra Bank Garansi dan Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Direktur Utama Askrindo, R Mahelan Prabantarikso mengungkapkan, kolaborasi ini dirancang untuk menyasar dua sektor krusial di Kalimantan Selatan secara simultan yakni percepatan pembangunan infrastruktur daerah serta perluasan akses permodalan bagi pelaku UMKM lokal.
Askrindo memberikan fasilitas Kontra Jaminan atas produk Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank Kalsel dengan potensi nilai fasilitas mencapai Rp 1 triliun.
Skema ini ditujukan bagi para kontraktor dan penyedia jasa konstruksi demi memastikan kelancaran berbagai proyek infrastruktur strategis yang dibiayai APBD Provinsi Kalimantan Selatan tanpa perlu terbebani oleh cash collateral (agunan kas) yang besar.