
Candi
candiutama.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
4
Products
Market Signals
Bisnis.com, JAKARTA — Asuransi kecelakaan diri atau _personal accident_ menjadi salah satu lini usaha yang mengalami penurunan premi cukup dalam di industri asuransi umum pada kuartal I/2026. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi kecelakaan diri turun 31,3% (_year on year_/YoY) menjadi Rp787 miliar pada periode tersebut.
Kendati begitu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan menilai penurunan itu bukan semata-mata disebabkan oleh pelemahan kebutuhan masyarakat terhadap proteksi, tetapi sebagai dinamika portofolio dan kanal distribusi.
Dia menjelaskan, produk _personal accident_ di industri asuransi umum banyak berasal dari segmen kumpulan atau kerja sama korporasi, seperti karyawan, lembaga pendidikan, komunitas, peserta kegiatan, pembiayaan, perjalanan, maupun program bundling dengan kanal distribusi tertentu.
**Bisnis.com**, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai konflik geopolitik yang terjadi di wilayah Timur Tengah, khususnya pada jalur transportasi laut yang melewati Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap lini usaha asuransi marine cargo.
Berdasarkan data AAUI, premi asuransi marine cargo pada kuartal I/2026 turun 12,6% (_year on year_/YoY) menjadi Rp1,49 triliun. Sementara itu, klaim menyentuh Rp357 miliar atau tumbuh 6,7% YoY.
“Kalau dilihat jelas bahwa impor kita signifikan turun sehingga memang asuransi marine cargo ini kena _hit_, khususnya yang di perminyakan dan juga yang bermain bahan baku-bahan baku itu banyak sekali ya,” katanya dalam konferensi pers kinerja asuransi umum & reasuransi triwulan I/2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Budi menambahkan, hal ini pun terjadi pada kegiatan ekspor produk dalam negeri yang pengirimannya terhambat karena terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Bisnis.com, JAKARTA — Pendapatan premi industri asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi pada empat bulan pertama 2026. Kontraksi ini menjadi yang pertama setelah tren kenaikan yang berlangsung secara konsisten sejak April 2025 hingga Maret 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi industri asuransi umum dan reasuransi turun sebesar 4,32% (_year on year_/YoY) menjadi Rp53,43 triliun pada April 2026. Adapun, pada Maret 2026 pertumbuhan premi sudah mengalami perlambatan menjadi sebesar 1,77% YoY.
Menilik data OJK, premi industri asuransi umum dan reasuransi sempat terkontraksi cukup dalam 17,40% YoY pada Januari 2025. Namun, keadaan berbalik positif pada April 2025 dengan pertumbuhan 5,79% YoY menjadi Rp55,84 triliun. Tren positif ini berlanjut hingga Maret 2026 dengan pertumbuhan 1,77% YoY. Setelah itu, pada April 2026 premi turun 4,32% YoY menjadi Rp53,43 triliun.
Bisnis.com, JAKARTA — Asuransi kredit dinilai masih memiliki prospek yang baik seiring dengan pertumbuhan kredit yang berjalan sehat dan perusahaan asuransi menerapkan disiplin underwriting. Meski demikian, ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai industri.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio klaim asuransi kredit pada industri asuransi umum dan reasuransi gabungan (konvensional dan syariah) sebesar 97,00% pada kuartal I/2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menuturkan angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi Februari 2026 yang mencapai 108,40%.
“Sehingga secara month-to-month tidak mengalami peningkatan, melainkan penurunan yang mengindikasikan perbaikan kinerja klaim pada periode tersebut,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Rabu (20/5/2026).