PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia
www.allianz.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
20
Products
Market Signals
ILUSTRASI. Peningkatan Premi: Pelayanan nasabah asuransi syariah di Jakarta (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) membukukan kontribusi sebesar Rp 1,5 triliun hingga Agustus 2026, naik dari Rp 1,3 triliun pada Juli 2026.
Kinerja Allianz Syariah tersebut terjadi di tengah perbaikan industri asuransi syariah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi industri asuransi syariah masih terkontraksi 0,12% secara tahunan (YoY) per Agustus 2026. Namun, kontraksi ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan Juli 2026 yang mencapai 12,67% YoY.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas menilai prospek industri asuransi syariah masih terbuka di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri asuransi secara keseluruhan.
Menurut dia, kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial tetap relevan.
Jakarta -
Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Anggito Abimanyu, melaporkan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia saat ini masih di bawah 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per 2025.
Menurutnya angka ini merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara (ASEAN). Di mana negara yang pembanding seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura semua berada jauh di atas Indonesia.
"Penetrasi asuransi masih di bawah 2% terhadap PDB, tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, yang pada umumnya telah menyelenggarakan program penjaminan polis terlebih dahulu," kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).
Dalam slide paparan yang disampaikan Anggito, terlihat tingkat penetrasi asuransi di ASEAN per 2025 tertinggi di Singapura dengan angka 7,60% dari PDB. Setelahnya disusul oleh Thailand dengan tingkat penetrasi 5,10% dari PDB.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu memegang kacamata saat menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Anggito Abimanyu, menjelaskan penetrasi asuransi di Indonesia masih menjadi salah satu yang terendah di ASEAN. Saat ini penetrasi asuransi Indonesia baru ada pada kisaran 1,3 persen terhadap PDB.
Angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand bahkan Filipina.
"Penetrasi asuransi masih di bawah 2 persen terhadap PDB, tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, yang pada umumnya telah menyelenggarakan program penjaminan polis terlebih dahulu," kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat pada Kamis (10/9).
ILUSTRASI. Allianz Luncurkan Produk Solusi Hadapi Lonjakan Biaya Medis (Dok/Allianz Indonesia)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) membukukan kontribusi sebesar Rp1,3 triliun pada Juli 2026.
Di tengah kinerja industri asuransi syariah yang masih tertekan, Direktur Utama Allianz Syariah Elmie A. Najas mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi oleh industri asuransi syariah.
Sebagai gambaran, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kontribusi industri asuransi syariah mengalami koreksi sebesar 12,67% _year on year_ (YoY) dari periode Juli 2025 Rp16,25 triliun menjadi Rp14,19 triliun pada Juli 2026.
"Allianz Syariah melihat industri asuransi syariah pada 2026 masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, tantangannya bukan semata-mata berkaitan pada daya beli," ujarnya kepada Kontan, Rabu (9/9/2026).
ILUSTRASI. Allianz Syariah andalkan strategi diversifikasi portofolio dan pengelolaan investasi secara dinamis untuk menghadapi tekanan pasar modal.(KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) andalkan strategi diversifikasi portofolio dan pengelolaan investasi secara dinamis untuk menghadapi tekanan pasar modal yang masih berlangsung.
Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti mengatakan kinerja investasi perusahaan pada paruh pertama 2026 masih dipengaruhi oleh koreksi pasar pada sejumlah kelas aset, terutama obligasi dan saham yang mendominasi _asset underlying_ perusahaan.
“Hal ini dipicu oleh berbagai perkembangan ekonomi baik di tingkat global maupun domestik," ujarnya kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).
Media Asuransi, JAKARTA – Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas menyebutkan kinerja positif Allianz Life Syariah Indonesia di 2025 menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah terus meningkat.
Elmie menjelaskan Allianz Life Syariah percaya asuransi syariah memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan finansial keluarga melalui prinsip saling tolong-menolong dan pengelolaan yang amanah.
“Sejalan dengan nilai Maqasid Syariah, kami terus berfokus menyediakan solusi perlindungan jiwa dan kesehatan yang dapat membantu peserta menghadapi berbagai risiko dan memberikan rasa aman sesuai dengan prinsip syariah,” kata Elmie, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 14 Agustus 2026.
|Baca juga: [UOB Indonesia Menjadi Bank Pertama di Indonesia yang Hadirkan Manfaat Visa Infinite Privilege](https://mediaasuransinews.co.id/perbankan/uob-indonesia-menjadi-bank-pertama-di-indonesia-yang-hadirkan-manfaat-visa-infinite-privilege/)
**|Baca juga:…
ILUSTRASI. Produk Asuransi Jiwa Tradisional Masih Mendominasi Pendapatan Premi (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rata-rata _return_ atau _yield_ unitlink berbasis saham menjadi yang terkontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara _year to date_ (ytd), rata-rata _return_ unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 9,18% per Juli 2026.
Meski terkontraksi paling dalam, jika dilihat secara rinci, terdapat 10 produk unitlink saham yang berhasil mencetak _return_ tertinggi per Juli 2026. Adapun 10 produk tersebut _return_\-nya berada di atas rata-rata unitlink berbasis saham keseluruhan.
Pada posisi _pertama_ diduduki oleh produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan _return_ sebesar 41,71% per Juli 2026.
Media Asuransi, GLOBAL – India diperkirakan menjadi pasar asuransi dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam 10 tahun ke depan. Allianz memproyeksikan total premi asuransi di negara tersebut akan tumbuh rata-rata 10,7 persen per tahun hingga 2036.
Dilansir dari _Insurance Asia_, Selasa, 4 Agustus 2026, pertumbuhan ini didorong oleh naiknya pendapatan masyarakat, semakin besarnya kelas menengah, serta dukungan kebijakan pemerintah.
Allianz Global Insurance Report 2026 menyatakan India sudah masuk dalam 10 besar pasar asuransi dunia pada 2025 dengan total premi bruto mencapai US$142,5 miliar.Namun, tingkat kepemilikan asuransi di negara itu masih tergolong rendah.
|Baca juga: [Dapat Restu OJK, Jahja Anwar Resmi Jadi Direktur Utama Clipan Finance (CFIN)](https://mediaasuransinews.co.id/pembiayaan/dapat-restu-ojk-jahja-anwar-resmi-jadi-direktur-utama-clipan-finance-cfin/)
|Baca juga: [Inilah 10 Universitas di Jakarta yang Paling Aktif dalam Diskursus Publik](https://mediaasuransinews.co.id/pendidikan/inilah-10-universitas-di-jakarta-yang-paling-aktif-dalam-diskursus-publik/)