Avrist Assurance
www.avrist.comProducts
0
Product lines
0
Market signals
17
Products
Market Signals
ILUSTRASI. Bayar Premi Ausransi Unitlink Melalui Kanal Digital (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis pasar uang menjadi yang paling positif di antara jenis lain. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis pasar uang tercatat sebesar 2,66% per September 2026.
Jika dilihat secara rinci berdasarkan data Infovesta, terdapat 10 produk unitlink pasar uang yang berhasil mencetak return tertinggi per September 2026.
Pada posisi _pertama_ diduduki oleh produk DPLK DKPK GRO Dana US Dollar yang dikelola Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife (Manulife Indonesia). Produk tersebut memberikan return sebesar 8,94% per September 2026.
Minggu, 06 September 2026 – 10:48 WIB
Avrist Group meresmikan One Avrist Synergy yang menyatukan empat entitas bisnis di bawah naungan grup tersebut. Foto: Tim Avrist Group
jpnn.com - JAKARTA - Avrist Group meresmikan inisiatif kolaborasi strategis, yakni One Avrist Synergy yang menyatukan empat entitas bisnis di bawah naungan grup tersebut.
Upaya ini bertujuan menghadirkan solusi proteksi dan perencanaan finansial yang lebih komprehensif melalui pendekatan "One Avrist, One Solution".
Pengukuhan sinergi tersebut dilaksanakan secara simbolis oleh jajaran direksi dari Avrist Assurance, Avrist General Insurance, Avrist Asset Management, dan DPLK Avrist.
Direktur dan Pjs Presiden Direktur Avrist Assurance Agus Setiawan menjelaskan inisiatif ini menjadi arah strategis perusahaan dalam memperkuat kolaborasi antarentitas.
Didukung oleh integrasi layanan dan basis data yang terpadu sehingga kebutuhan nasabah dapat dipahami secara lebih menyeluruh.
ILUSTRASI. Avrist Assurance optimalkan bisnis DPLK (Dok/Avrist Assurance)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK Avrist) perkuat pasar korporasi dengan membidik perusahaan yang dinilai masih memiliki fundamental kuat.
Langkah tersebut dilakukan seiring masih banyaknya perusahaan yang belum menyiapkan dana untuk memenuhi kewajiban manfaat bagi karyawan, termasuk pesangon ketika memasuki usia pensiun.
Presiden Direktur DPLK Avrist Firmansyah, mengatakan pihaknya melihat skema dana pensiun sebagai salah satu opsi bagi perusahaan untuk menyiapkan dana pesangon secara bertahap.
"Masih banyak perusahaan-perusahaan yang belum menyiapkan uang terkait dengan pesangon. Melalui DPLK, perusahaan sebenarnya sudah bisa mencicil untuk menyiapkan dana itu," ujarnya di acara One Avrist Synergy, Kamis (3/9/2026).
ILUSTRASI. ETF Emas (Shutterstock/gopixa). Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist masih mempelajari peluang investasi pada instrumen exchange traded fund (ETF) emas.
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist masih mempelajari peluang investasi pada instrumen _exchange traded fund_ (ETF) emas.
Langkah tersebut dilakukan seiring mulai terbukanya ruang investasi ETF emas, meskipun perusahaan saat ini masih mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum mantap berinvestasi ke instrumen tersebut.
Presiden Director DPLK Avrist Firmansyah, mengatakan pihaknya masih melihat perkembangan minat masyarakat terhadap ETF emas, terutama karena dana pensiun memiliki karakter investasi jangka panjang.
ILUSTRASI. Presiden Director DPLK Avrist, Firmansyah (Dok/Avrist Assurance)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jumlah peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist saat ini mencapai sekitar 30.000 peserta.
Presiden Director DPLK Avrist, Firmansyah mengungkapkan, dari jumlah itu, porsi peserta mandiri atau nonformal di DPLK Avrist saat ini masih relatif kecil, yakni sekitar 10%.
Firmansyah menilai, kondisi ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan untuk memperluas akses kepesertaan, khususnya kepada pekerja informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk memperluas basis peserta mandiri, ia juga mengatakan saat ini perusahaan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah asosiasi UMKM. Strategi ini diharapkan dapat membuka akses kepesertaan dana pensiun bagi pekerja informal yang belum memiliki program pensiun dari pemberi kerja.
Jumat, 04 September 2026 – 20:01 WIB
Tampak kabut asap di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Foto:Rizki Ganda Marito/jpnn.
jpnn.com, JAKARTA - Avrist Assurance mencatat jumlah klaim asuransi masih di level stabil, meskipun Indonesia tengah dilanda serangkaian bencana alam belakangan ini.
Direktur Avrist Assurance, Aldi Rinaldi menyebut hingga saat ini belum terjadi kenaikan permohonan klaim yang mendadak dari para nasabah.
Aldi menyatakan pihaknya secara rutin terus memantau perkembangan situasi di lapangan, terutama dampak gempa di NTT dan kebakaran hutan di Kalimantan.
“Bencana ada dua berarti, ada jiwa sama apa properti gitu ya? tetapi secara jiwa, kami saat ini belum ada signifikan permintaan untuk klaim dalam apa namanya yang related kepada bencana ya,,” ujar Aldi di kawasan Sudirman, Jakarta, baru-baru ini.
Aldi menekankan timnya terus memetakan risiko, agar tetap siaga dalam melayani para pemegang polis di wilayah terdampak.
Loading...Loading...
Loading...
Avrist Bidik Gen Z dan Gen Y, Siapkan Strategi Perluas Pasar | Infobanknews
ILUSTRASI. PT Avrist Assurance (dok/Avrist )
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avrist Assurance mulai mengimplementasikan Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) dengan menggandeng empat rumah sakit.
Perusahaan menargetkan jumlah kerja sama tersebut bertambah menjadi sekitar 5-10 rumah sakit hingga akhir 2026.
Direktur Avrist Assurance, Aldi Rinaldi mengatakan implementasi KAPJ masih dalam tahap pengembangan karena membutuhkan integrasi antara perusahaan asuransi, rumah sakit, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Ini satu bentuk baru bagi asuransi, baru bagi rumah sakit dan harus terintegrasi,” ujar Aldi saat ditemui dalam acara Avrist Group di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Menurut Aldi , salah satu bagian penting dalam KAPJ adalah koordinasi dengan BPJS Kesehatan, termasuk mekanisme top up manfaat bagi peserta yang memiliki perlindungan dari BPJS Kesehatan dan asuransi komersial.