
AXA Mandiri
www.axa-mandiri.co.idProducts
32
Product lines
4
Market signals
20
Products
Asuransi Generation Secure Plus
AXA Mandiri
- Segment
- Individu dewasa usia 18-70 tahun
- Premium
- Rp500.000 - Rp750.000 per bulan (minimum premi tahun pertama)
- Coverage
- Minimum Rp100.000.000, maksimum bergantung pada keputusan underwriting
- Term
- Sampai dengan Tertanggung berusia 85 tahun atau tahun Polis ke-30 (mana yang paling akhir terjadi)
Asuransi Group Shield Pro
AXA Mandiri
- Segment
- korporasi/perusahaan (group employer)
- Premium
- Premi setiap peserta bergantung kepada usia masuk Tertanggung, besar uang pertanggungan, masa asuransi, dan cara pembayaran premi yang dipilih
- Coverage
- Minimum Rp1.000.000, maksimum sesuai keputusan Underwriting
- Term
- Minimum 1 hari, maksimum 1 tahun (dapat diperpanjang non-guaranteed yearly renewable hingga usia 86 tahun)
Asuransi Jiwa Korporat
AXA Mandiri
Asuransi Jiwa Kredit Kendaraan Plus
AXA Mandiri
- Segment
- Nasabah pinjaman kredit kepemilikan kendaraan bermotor (mobil dan motor)
- Premium
- 0.059% - 8.454% dari jumlah pinjaman awal (single premium)
- Coverage
- Sisa Pinjaman Pokok pada saat meninggal dunia, maksimal sebesar Jumlah Pinjaman Awal. Menurun selama Masa Pertanggungan.
- Term
- 1 - 7 tahun (maksimal usia tertanggung 67 tahun)
Asuransi Jiwa Kredit Plus
AXA Mandiri
- Segment
- Nasabah peminjam Bank
- Premium
- 0,42 - 200,33 per 1000 dari Uang Pertanggungan (Premi Tunggal/Sekaligus)
- Coverage
- Uang Pertanggungan disesuaikan dengan Sisa Pinjaman Pokok, hingga Rp 1 Miliar
- Term
- 1 - 20 tahun
Asuransi Kesehatan Perlindungan Diri dan Keluarga
AXA Mandiri
Market Signals
ILUSTRASI. Pertamina Perkuat Pasokan Energi di NTT (Dok/PT Pertamina)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan kerugian materiil hingga berdampak terhadap aspek kemanusiaan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim sebesar Rp 152,2 juta untuk untuk bencana gempa di NTT.
Berdasarkan profil bisnis industri asuransi jiwa di NTT, Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan saat ini terdapat 29 perusahaan asuransi jiwa yang hadir melayani masyarakat, dengan total nilai pertanggungan (sum at risk) sebesar Rp 16,3 triliun. Adapun nilai tersebut terdiri dari lini bisnis jiwa Rp 11,8 triliun dan kesehatan Rp 4,5 triliun.
Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:44 WIB
Gempa NTT. (ANTARA)
Sebanyak 29 perusahaan asuransi jiwa mencatatkan total nilai pertanggungan sebesar Rp16,3 triliun untuk melayani masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim bencana gempa sebesar Rp152,2 juta dan menyerahkan 60 polis asuransi mikro di wilayah tersebut. * AAJI bersama 19 perusahaan anggota menyalurkan donasi sebesar Rp315 juta melalui Program Industry Social Responsibility pada Selasa (20/10/2026) di Jakarta.
Suara.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat banyak perusahaan asuransi jiwa berkontribusi untuk melayani korban bencana jiwa di NTT.
Kepala Departemen Marketing AAJI, Karin Zulkarnaen mengatakan, berdasarkan profil bisnis industri asuransi jiwa di NTT, saat ini terdapat 29 perusahaan asuransi jiwa yang hadir melayani masyarakat, dengan total nilai pertanggungan (_sum at risk_) sebesar Rp16,3 triliun.
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama 19 perusahaan anggotanya menyalurkan donasi sebesar Rp 315 juta untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Donasi tersebut disalurkan melalui Program Industry Social Responsibility (ISR) bertajuk “Kebaikan Berkelanjutan” NTT yang bekerja sama dengan Yayasan Benih Baik.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan, risiko merupakan bagian dari kehidupan yang dapat terjadi di luar prediksi, termasuk bencana alam.
"Gempa bumi di NTT menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana. Melalui Program ISR ‘Kebaikan Berkelanjutan’ NTT, AAJI bersama perusahaan anggota mendukung pemulihan masyarakat terdampak," kata Albertus di Graha AAJI, Senin (19/10/2026).
ILUSTRASI. Premi Asuransi Jiwa-Pelayanan di Kantor AXA Mandiri, JAkarta (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ahmad Febrian** | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya penggunaan transportasi publik di perkotaan turut membuka peluang bagi industri asuransi memperluas jangkauan layanan. Salah satunya melalui penyediaan perlindungan kecelakaan yang terintegrasi dengan layanan transportasi massal.
Skema ini memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat perlindungan asuransi melalui layanan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, tanpa harus membeli produk asuransi secara terpisah.
Maka, AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menggandeg MRT Jakartamenyediakan perlindungan kecelakaan bagi pengguna transportasi publik.
Melalui kerja sama ini, pelanggan MRT Jakarta yang berlangganan paket Maxride Unlimited dapat memperoleh perlindungan dari produk Asuransi Mandiri Life Protection.
ILUSTRASI. Premi Asuransi Jiwa-Pelayanan di Kantor AXA Mandiri, JAkarta (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menilai kinerja unitlink berbasis pasar uang diperkirakan lebih stabil hingga akhir tahun ini. Chief Marketing, Product, and Transformation AXA Mandiri Theodores Tangke menerangkan hal itu karena produk pasar uang biasanya menjadi pilihan bagi nasabah yang mengutamakan likuiditas.
"Selain itu menjadi pilihan nasabah yang mempertimbangkan tingkat risiko yang lebih rendah," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (10/10/2026).
Theo juga memproyeksikan unitlink berbasis pendapatan tetap berpotensi mencatatkan kinerja yang relatif positif hingga akhir tahun ini. Dia bilang hal itu seiring kondisi suku bunga acuan yang cenderung stabil setelah mengalami kenaikan. Asal tahu saja, kini suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate berada di level 5,75%.
ILUSTRASI. Premi Asuransi Jiwa-Pelayanan di Kantor AXA Mandiri, JAkarta (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) melihat minat masyarakat terhadap produk unitlink mulai menunjukkan tren yang positif. Seiring kondisi itu, Chief Marketing, Product, and Transformation AXA Mandiri Theodores Tangke menerangkan pihaknya juga melihat terbukanya inovasi dalam menghadirkan unitlink yang mengikuti kebutuhan nasabah dan dinamika pasar.
Theo mengatakan salah satu yang bisa dikembangkan, yakni unitlink dengan pilihan subdana berbasis Exchange Traded Fund (ETF), termasuk ETF emas. Dia bilang ETF emas adalah instrumen investasi berbentuk reksadana yang dijual di bursa efek dengan aset dasar atau underlying asset berupa emas.
"Kehadiran ETF emas memberikan alternatif diversifikasi portofolio dengan akses yang lebih luas," katanya kepada Kontan, Sabtu (10/10/2026).
ILUSTRASI. Asuransi Unit Link (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham menjadi yang paling tertekan pada September 2026. Berdasarkan data Infovesta dalam satu bulan atau hanya pada September 2026, rata-rata return unitlink berbasis saham tercatat terkontraksi sebesar 4,54%.
Jika dilihat secara rinci, terdapat 10 produk unitlink saham yang berhasil mencetak return positif pada September 2026. Adapun 10 produk tersebut return-nya berada di atas rata-rata unitlink berbasis saham keseluruhan.
Pada posisi pertama diduduki oleh produk Dynamic Money milik PT AXA Financial Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 10,11% pada September 2026.
Selanjutnya, posisi kedua ditempati produk Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$ milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Adapun produk tersebut membukukan return sebesar 5,46% pada September 2026.
ILUSTRASI. Sejumlah produk unitlink berbasis saham masih mampu membukukan kinerja positif di tengah tekanan pasar saham sepanjang September 2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah produk unitlink berbasis saham masih mampu membukukan kinerja positif di tengah tekanan pasar saham sepanjang September 2026. Bahkan, beberapa produk mencatatkan return jauh di atas rata-rata kinerja unitlink saham secara keseluruhan.
Berdasarkan data Infovesta, rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham secara year to date (ytd) terkontraksi sebesar 9,21% per September 2026. Kendati demikian, terdapat 10 produk unitlink saham yang mampu mencetak return tertinggi dan berada di atas rata-rata kinerja unitlink saham.
Posisi pertama ditempati produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 64,09% per September 2026.