FWD Insurance
www.fwd.co.idProducts
22
Product lines
3
Market signals
20
Products
Accidents and Disabilities Insurance Online | FWD Insurance
FWD Insurance
- Segment
- individu usia 18-65 tahun
- Premium
- Premi = Rate Premi Bruto / 1.000 × Uang Pertanggungan
- Coverage
- Min Rp100 juta hingga Max Rp1 miliar per Tertanggung
- Term
- 1 tahun, dapat diperpanjang hingga usia 70 tahun
Buy Accident Insurance Online: Bebas Aksi Flash | FWD Insurance
FWD Insurance
- Segment
- individu usia produktif (18-65 tahun)
- Premium
- Rp30.000 - Rp180.000 (single premium)
- Term
- 7 hari, 1 bulan, atau 3 bulan
Buy Cancer Insurance Online: FWD Cancer Protection | FWD Insurance
FWD Insurance
- Segment
- individu dewasa usia 18-64 tahun
- Premium
- Rp 216.600 - Rp 5.956.500 per tahun (tergantung usia dan jenis kelamin)
- Coverage
- Minimum Rp 50 juta, Maksimum Rp 500 juta
- Term
- 1 tahun, dapat diperpanjang sampai usia Tertanggung 70 tahun
Critical Illness insurance FWD Critical Armor | FWD Indonesia
FWD Insurance
- Segment
- individu dewasa
- Premium
- Contoh: Rp42.5 juta/tahun untuk UP Rp1 miliar usia masuk 40 tahun, MPP 10 tahun
- Coverage
- Minimum Rp250 juta, maksimum Rp5 miliar. Manfaat perlindungan total sampai dengan 420% dari Uang Pertanggungan.
- Term
- Sampai dengan usia 80 tahun
Critical Illness insurance FWD Multiple Protection | FWD Indonesia
FWD Insurance
- Segment
- individu dan keluarga
- Coverage
- Uang Pertanggungan ditentukan saat pengajuan, minimum Rp250.000.000 hingga maksimum Rp5.000.000.000
- Term
- Sampai dengan usia 80 tahun
Critical Illness Insurance Online | FWD Insurance
FWD Insurance
- Segment
- individu
- Premium
- Rp 150 ribu - 1 juta per bulan (Rp 1,5 juta - 10 juta per tahun)
- Coverage
- Uang Pertanggungan berdasarkan usia masuk Tertanggung dan Plan yang dipilih, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 484 juta
- Term
- 8 tahun
Market Signals
Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:19 WIB
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila dalam acara FWD Economic Outlook 2027 di Gedung BEI, Senin (20/10/2026). \[Suara.com/Rina\]
Otoritas Jasa Keuangan menargetkan aset industri asuransi Indonesia mencapai 20 persen dari PDB pada tahun 2045. Deputi Komisioner OJK Iwan Pasila menyampaikan target tersebut dalam acara FWD Economic Outlook 2027 di Jakarta, Senin (20/10/2026). * Sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun mencatat total aset sebesar Rp2.998,53 triliun per Agustus 2026.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis aset industri asuransi terus meningkat. Adapun, OJK menargetkan aset industri asuransi Indonesia mencapai 20 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2045.
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, menjelaskan bahwa industri asuransi memiliki dua peran strategis.
Liputan6.com, Jakarta - Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan, industri asuransi perlu memperkuat manajemen risiko agar perusahaan dapat memenuhi kewajiban kepada nasabah dan menjaga keberlanjutan usaha.
OJK mendorong perusahaan mengelola premi, menghitung kewajiban, serta menempatkan investasi sesuai dengan karakteristik risiko dan kewajibannya.
"Peraturan yang kami buat sekarang ini mengarah kepada manajemen risiko,” ujar Iwan, dalam FWD Economic Outlook 2027 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Iwan menjelaskan, perusahaan juga perlu memastikan tenaga pemasar menjalankan praktik bisnis yang baik dan memberikan informasi produk secara transparan. OJK turut mengembangkan basis data agen, broker, dan polis untuk memperkuat pengawasan serta mendukung perlindungan konsumen.
"Kami berharap semua informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat dapat dijelaskan secara transparan,” kata…
ILUSTRASI. Sejumlah produk unitlink berbasis saham masih mampu membukukan kinerja positif di tengah tekanan pasar saham sepanjang September 2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah produk unitlink berbasis saham masih mampu membukukan kinerja positif di tengah tekanan pasar saham sepanjang September 2026. Bahkan, beberapa produk mencatatkan return jauh di atas rata-rata kinerja unitlink saham secara keseluruhan.
Berdasarkan data Infovesta, rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham secara year to date (ytd) terkontraksi sebesar 9,21% per September 2026. Kendati demikian, terdapat 10 produk unitlink saham yang mampu mencetak return tertinggi dan berada di atas rata-rata kinerja unitlink saham.
Posisi pertama ditempati produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 64,09% per September 2026.
Jakarta -
Kesibukan sehari-hari membuat sebagian orang tidak punya banyak waktu untuk mencari informasi mengenai asuransi. Kini, proses tersebut bisa dilakukan melalui WhatsApp lewat layanan Fi Commerce dari FWD Insurance.
Fi Commerce memungkinkan pengguna mencari informasi mengenai pilihan proteksi FWD Insurance melalui WhatsApp. Layanan ini dapat diakses menggunakan perangkat yang sehari-hari digunakan untuk berkomunikasi.
Tidak hanya mencari informasi, pengguna juga bisa mendapatkan perlindungan FWD Insurance melalui layanan tersebut. Dengan demikian, kebutuhan terkait asuransi dapat dilakukan dalam satu layanan berbasis percakapan.
Kehadiran Fi Commerce menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mencari informasi asuransi di tengah aktivitas yang padat. Pengguna tidak perlu mencari kanal layanan secara terpisah karena aksesnya tersedia melalui WhatsApp.
Jakarta -
Kesibukan sehari-hari membuat sebagian orang tidak punya banyak waktu untuk mencari informasi mengenai asuransi. Kini, proses tersebut bisa dilakukan melalui WhatsApp lewat layanan Fi Commerce dari FWD Insurance.
Fi Commerce memungkinkan pengguna mencari informasi mengenai pilihan proteksi FWD Insurance melalui WhatsApp. Layanan ini dapat diakses menggunakan perangkat yang sehari-hari digunakan untuk berkomunikasi.
Tidak hanya mencari informasi, pengguna juga bisa mendapatkan perlindungan FWD Insurance melalui layanan tersebut. Dengan demikian, kebutuhan terkait asuransi dapat dilakukan dalam satu layanan berbasis percakapan.
Kehadiran Fi Commerce menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mencari informasi asuransi di tengah aktivitas yang padat. Pengguna tidak perlu mencari kanal layanan secara terpisah karena aksesnya tersedia melalui WhatsApp.
Direktur Utama PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance), Jeffrey Woo. (Foto: istimewa)
JAKARTA, investor.id – PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance), perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi, mencatat kinerja positif pada semester pertama 2026.
Pertumbuhan bisnis tercermin dari pendapatan premi yang meningkat 30%, serta perbaikan profitabilitas yang mendorong perusahaan kembali mencatatkan laba pada semester pertama 2026.
Di tengah dinamika pasar pada paruh pertama tahun ini, FWD Insurance berhasil mengukuhkan prestasi positifnya dalam mempertahankan posisi keuangan yang kuat serta menunjukkan komitmennya dalam memberikan solusi perlindungan yang tepat kepada nasabah.
Jeffrey Woo selaku Direktur Utama FWD Insurance mengatakan, semester pertama 2026 memberikan momentum positif bagi FWD Insurance.
ADVERTISEMENT
Rabu, 23 September 2026 – 19:09 WIB
Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengatakan pertumbuhan bisnis tersebut antara lain didorong oleh strategi distribusi dan kemitraan perusahaan. Foto dok. FWD
jpnn.com, JAKARTA - PT. FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) mencatat pendapatan premi sebesar Rp 766 miliar pada semester I-2026.
Angka tersebut meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat bersamaan, perusahaan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 107,3 miliar.
Kinerja tersebut berbalik dari rugi bersih Rp 55,6 miliar pada semester I-2025.
Dengan demikian, terjadi perbaikan laba-rugi sebesar Rp 162,9 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy).
Data merujuk pada Laporan Keuangan Bulanan Konvensional FWD Insurance per 30 Juni 2026 yang belum diaudit (unaudited).
Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengatakan pertumbuhan bisnis antara lain didorong oleh strategi distribusi dan kemitraan perusahaan.
ILUSTRASI. FWD Insurance (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Reporter: **Nina Dwiantika** | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT FWD Insurance Indonesia mencatat perbaikan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan premi perusahaan mencapai Rp766 miliar, tumbuh 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan konvensional per 30 Juni 2026 yang belum diaudit, kenaikan premi terutama berasal dari pertumbuhan bisnis baru melalui sejumlah kanal distribusi, yakni keagenan, _bancassurance_, dan _digital commerce_.
Pertumbuhan premi tersebut turut diikuti perbaikan profitabilitas. FWD Insurance membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp107,3 miliar pada semester I 2026. Capaian ini berbalik dari rugi Rp55,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.