Reasuransi Indonesia Utama
www.indonesiare.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
20
Products
Market Signals
ILUSTRASI. PT Reasuransi indonesia Utama (Persero) (Dok/Indonesia Re)
Reporter: **Fahriyadi** | Editor: Fahriyadi .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re kembali menyelenggarakan Indonesia Re Actuarial & Operational Seminar (IAS & IOS) 2026 di Belitung pada 23–25 September 2026 lalu. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan Indonesia Re Actuarial Seminar (IAS) dan melanjutkan antusiasme tinggi terhadap Indonesia Re Operational Seminar (IOS) pada 2025, kegiatan tahun ini mempertemukan para profesional dari bidang aktuaria, _underwriting_ dari perusahaan asuransi (_ceding companies_).
Mengusung tema “Sustaining Life & Health Insurance Through Deeper Insights and Catastrophe Resilience”, IAS & IOS 2026 dirancang sebagai forum strategis untuk berbagi wawasan, membahas perkembangan pasar, serta memperkuat kolaborasi antara Indonesia Re dan para mitra usaha.
Senin, 31 Agustus 2026 – 14:50 WIB
Direktur Utama Indonesia Re Robbi Yanuar Walid (kiri). Foto: Indonesia Re
jpnn.com, JAKARTA - Di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global, volatilitas ekonomi, hingga perkembangan teknologi digital, industri asuransi dan reasuransi dituntut untuk makin adaptif dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Dalam kondisi tersebut, daya saing perusahaan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas maupun portofolio bisnis, tetapi juga oleh kualitas tata kelola perusahaan, manajemen risiko, transparansi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan dinamika industri.
Bagi PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau yang kerap disebut Indonesia Re, penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan fondasi strategis dalam menghadirkan layanan reasuransi yang semakin andal, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan perusahaan asuransi sebagai mitra bisnis.
ILUSTRASI. Aktivitas di Kantor Indonesia Re (DOK/Indonesia Re)
Reporter: **Tendi Mahadi** | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 176,96 miliar, meningkat dibandingkan Rp 27,46 miliar pada tahun 2024.
Sementara itu, perseroan membukukan total aset Rp 10,28 triliun di tahun lalu. Hal ini merupakan bagian dari implementasi penguatan proses bisnis lewat PSAK 117.
Penerapan PSAK 117 (IFRS 17) juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyajian kinerja keuangan Perseroan pada tahun 2025. Standar akuntansi tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam pengakuan pendapatan, liabilitas, dan laba berdasarkan jasa perlindungan yang telah diberikan, sehingga meningkatkan transparansi pelaporan keuangan.
[__](https://www.viva.co.id/) [
Bisnis
](https://www.viva.co.id/bisnis)
Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:42 WIB
VIVA – Industri reasuransi menghadapi tantangan untuk menjaga kinerja di tengah perubahan risiko dan kondisi pasar. Selain mengandalkan bisnis pertanggungan ulang, perusahaan reasuransi juga mengelola dana melalui investasi untuk mendukung kinerja keuangan.
Salah satu perusahaan yang mencatat pertumbuhan kinerja adalah PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, laba bersih Indonesia Re mencapai Rp176,96 miliar, meningkat dari Rp27,46 miliar pada 2024. Total aset perusahaan tercatat Rp10,28 triliun.
Direktur Utama Indonesia Re Robbi Yanuar Walid mengatakan, 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perusahaan. Menurut dia, peningkatan kinerja merupakan hasil dari transformasi yang dilakukan perusahaan.
Media Asuransi, JAKARTA – Gejolak geopolitik global kembali menjadi perhatian dunia. Ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak hanya memengaruhi stabilitas ekonomi dan perdagangan internasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap industri penerbangan dan perjalanan global.
Bagi masyarakat yang sering bepergian, baik untuk liburan, ibadah, maupun perjalanan bisnis, situasi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan udara tidak sepenuhnya bebas risiko. Pembatalan penerbangan sepihak, perubahan rute mendadak, hingga penundaan berkepanjangan dapat terjadi sewaktu-waktu akibat dinamika global yang sulit diprediksi.
|Baca juga: [Personal Liability dalam Asuransi Perjalanan yang Perlu Kamu Ketahui](https://mediaasuransinews.co.id/asuransi/personal-liability-dalam-asuransi-perjalanan-yang-perlu-kamu-ketahui/)
Di tengah kondisi tersebut, asuransi perjalanan atau _travel insurance_ menjadi salah satu instrumen perlindungan yang semakin relevan untuk dipahami masyarakat.
Risiko Perjalanan Kini Tidak Lagi Sekadar Delay
ILUSTRASI. Asuransi Asei Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) berhasil membalikkan kinerja operasional pada 2025 setelah mencatatkan laba operasional sebesar Rp 132,14 miliar, berbalik dari rugi operasional Rp 81,84 miliar pada 2024.
Namun, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp 37,44 miliar akibat dampak penerapan standar akuntansi baru.
Perbaikan kinerja tersebut tercermin dari hasil jasa asuransi bersih yang mencapai Rp 152,38 miliar serta pendapatan usaha bersih sebesar Rp 144,42 miliar.
Direktur Utama ASEI Dody Dalimunthe mengatakan pemulihan kinerja operasional didorong oleh perbaikan kualitas portofolio bisnis, efisiensi operasional, dan penerapan manajemen risiko yang lebih disiplin.
 Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 29 Juli 2026 |21:03 WIB
Industri reasuransi Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah meningkatnya risiko global, mulai dari perubahan iklim. (foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Industri reasuransi Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah meningkatnya risiko global, mulai dari perubahan iklim, serangan siber, hingga kebutuhan perlindungan terhadap proyek-proyek bernilai besar. Di sisi lain, penguatan permodalan dan daya saing dinilai menjadi pekerjaan rumah agar industri mampu menopang pertumbuhan sektor asuransi nasional.
Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat mengatakan, perusahaan reasuransi kini tidak lagi hanya berperan sebagai pihak yang menanggung kembali risiko perusahaan asuransi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas industri keuangan.
Ilustrasi industri asuransi. Foto dok. 360Studio
jpnn.com, JAKARTA - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menegaskan penguatan kapasitas industri reasuransi merupakan fondasi penting dalam membangun industri asuransi nasional yang lebih sehat, tangguh, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya kompleksitas risiko.
Di balik setiap polis asuransi yang dimiliki masyarakat, terdapat sistem reasuransi yang berperan menjaga kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajibannya ketika menghadapi klaim bernilai besar.
Melalui mekanisme pengalihan sebagian risiko dari perusahaan asuransi kepada perusahaan reasuransi, kapasitas industri untuk melindungi berbagai sektor strategis, mulai dari proyek infrastruktur, kawasan industri, pembangkit listrik, hingga aset bernilai tinggi dapat terus terjaga.