Reasuransi Nasional Indonesia
www.nasionalre.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
6
Products
Market Signals
Senin, 27 Juli 2026 – 22:19 WIB
PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re). Foto dok Nasional Re
jpnn.com, JAKARTA - PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re) berhasil mengimplementasikan PSAK 117, standar akuntansi keuangan terbaru yang mengatur industri asuransi dan reasuransi.
Langkah strategis ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas, akurasi dan transparansi laporan keuangan di mata publik.
Nasional Re telah mengadopsi standar baru ini sejak 1 Januari 2025 secara penuh, menggantikan PSAK 104 yang digunakan sebelumnya.
Penerapan PSAK 117 ini mencakup transformasi menyeluruh pada sistem pengakuan, pengukuran, hingga penyajian seluruh kontrak asuransi dan reasuransi yang dikelola perusahaan.
Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Nasional Re, Donny Trihardono menyatakan keberhasilan transisi ini merupakan wujud nyata kepatuhan perusahaan terhadap regulasi sekaligus upaya memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
ILUSTRASI. Nasional Re (KONTAN/Cheppy A Muchlis)
Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi dan reasuransi memasuki babak baru dalam penyusunan laporan keuangan seiring implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117.
Standar ini mengadopsi prinsip International Financial Reporting Standard (IFRS) 17 yang berlaku secara global. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas, transparansi, dan daya banding laporan keuangan perusahaan asuransi maupun reasuransi.
Penerapan PSAK 117 membawa perubahan mendasar pada pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan kontrak asuransi. Standar baru tersebut juga mengubah metode pengakuan pendapatan, kewajiban, serta perhitungan cadangan teknis.
Sehingga laporan keuangan dinilai lebih mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan dan memudahkan investor, regulator, maupun pemangku kepentingan dalam menilai kinerja perusahaan.
ILUSTRASI. Tugure angkat bicara mengenai rencana konsolidasi perusahaan reasuransi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).(DOK/IST) Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) angkat bicara mengenai rencana Badan Pengelola Investasi (BP
Bisnis.com, JAKARTA — Rencana penggabungan entitas reasuransi dalam ekosistem SWF Danantara masih berada pada tahap kajian. PT Tugureasuransi Indonesia (Tugure) menegaskan belum ada keputusan final terkait keterlibatan perseroan dalam proses merger tersebut. Direktur Keuangan Tugure Dradjat Irwansyah mengatakan ind
Bisnis.com, JAKARTA — Rencana penggabungan entitas reasuransi dalam ekosistem SWF Danantara masih berada pada tahap kajian. PT Tugureasuransi Indonesia (Tugure) menegaskan belum ada keputusan final terkait keterlibatan perseroan dalam proses merger tersebut.
Direktur Keuangan Tugure Dradjat Irwansyah mengatakan industri reasuransi milik negara saat ini memang menghadapi tekanan sehingga mendorong adanya pembahasan restrukturisasi. Kondisi yang membawa induk usaha BUMN yakni Danantara dan Indonesia Financial Group (IFG) sebagai perusahaan payung mendorong peleburan.
“Kita sama-sama tahu kalau industri reasuransi sedang tidak baik-baik saja. Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Danantara dan BPUI untuk membahas hal ini,” ujar Dradjat, Kamis (29/4/2026).
> Ringkasan Berita: > > Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara berencana mengkonsolidasi tiga perusahaan reasuransi BUMN menjadi satu entitas. > Tugure menyampaikan hingga saat ini, belum ada dalam pembahasan untuk merger TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Tugu [Reasuran