Sun Life Financial Indonesia
www.sunlife.co.idProducts
52
Product lines
3
Market signals
20
Products
Asuransi Brilliance Spektra Invest
Sun Life Financial Indonesia
- Segment
- individu dengan kebutuhan investasi dan proteksi jangka panjang
- Premium
- Premi Asuransi Berkala minimal Rp18 juta per tahun
- Coverage
- Uang Pertanggungan senilai minimal 5 kali Premi Asuransi Berkala Tahunan atau Rp100 juta, mana yang lebih besar. Maksimal sesuai umur masuk Tertanggung.
- Term
- Sampai Tertanggung mencapai usia 100 tahun
Asuransi Maxima Anugerah
Sun Life Financial Indonesia
- Segment
- individu usia produktif dengan kebutuhan perlindungan jiwa syariah dan investasi jangka panjang
- Premium
- Kontribusi Asuransi Berkala tahunan minimal Rp12.000.000; Kontribusi Investasi Tunggal minimal Rp1.500.000
- Coverage
- Santunan Asuransi ditetapkan dalam Ringkasan Polis, dengan manfaat meninggal dunia 100% SA, meninggal dunia saat haji/umroh 225% SA, dan santunan tambahan Rp25.000.000
- Term
- 25 tahun
Asuransi Salam Anugerah Harapan
Sun Life Financial Indonesia
- Segment
- individual families seeking Sharia-based endowment life insurance
- Premium
- Rp3.600.000 - minimal per year (10-year payment), Rp6.000.000 - minimal per year (5-year payment)
- Coverage
- Kontribusi Tahunan × Faktor Santunan Asuransi, with a maximum Santunan Asuransi of Rp2,000,000,000. The factor varies by plan and entry age (5x–60x annual contribution).
- Term
- 10, 15, 20, or 25 years
Asuransi Salam Anugerah Ikhtiar
Sun Life Financial Indonesia
Asuransi Salam Berkah Amanah
Sun Life Financial Indonesia
- Segment
- individu muslim, perencanaan keuangan syariah jangka menengah-panjang
- Premium
- Rp3.600.000 – Rp6.000.000 per tahun (minimum)
- Coverage
- Kontribusi Tahunan x Faktor Santunan Asuransi. Maksimum Santunan Asuransi Rp2.000.000.000.
- Term
- 10, 15, 20, atau 25 tahun
Asuransi Salam Hijrah Amanah Prima
Sun Life Financial Indonesia
- Segment
- Individu muslim perencana haji/umroh dan investasi syariah
- Premium
- Minimal Rp16.000.000 per tahun (KAB), maksimal tidak dibatasi
- Coverage
- Minimal 5x KAB tahunan atau Rp100.000.000 (mana yang lebih besar); Maksimal 10x KAB tahunan (usia masuk 0-65) atau 10x KAB tahunan / Rp2.000.000.000 mana yang lebih kecil (usia 66-70)
- Term
- 25 tahun
Market Signals
ILUSTRASI. Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo (Dok/Sun Life Indonesia)
Penulis: **Muhammad Alief Andri** | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perencanaan warisan kini tidak lagi sebatas menyiapkan aset untuk generasi berikutnya.
Kesiapan ahli waris dalam mengelola kekayaan serta potensi konflik keluarga menjadi perhatian penting bagi masyarakat di Asia, termasuk Indonesia.
Hal tersebut terungkap dalam laporan Sun Life Asia bertajuk _Passing the Torch: When Legacy Means More Than Money._
Studi tersebut menunjukkan, sebanyak 70% responden khawatir kekayaan mereka tidak dapat bertahan hingga generasi berikutnya. Namun, hanya 20% yang merasa benar-benar siap untuk mewariskan peninggalannya saat ini.
Dari responden yang khawatir kekayaannya tidak bertahan hingga generasi berikutnya, sebanyak 52% menilai kesiapan penerima warisan dalam mengelola aset sebagai kekhawatiran terbesar.
Loading...Loading...
Loading...
Upaya Sun Life Indonesia Perluas Akses Solusi Perlindungan ke Masyarakat dan Nasabah | Infobanknews
ILUSTRASI. Sun Life Perluas Jaringan Distribusi, Buka KPM Sun Billionaire di Jakarta (Dok/ PT Sun Life Indonesia)
Reporter: **Leni Wandira** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sun Life Indonesia memperluas jaringan distribusi melalui pembukaan Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) Sun Billionaire di Menara Sun Life, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk perlindungan dan perencanaan keuangan, sekaligus memperkuat pendampingan melalui tenaga pemasar.
KPM Sun Billionaire merupakan agency yang bergabung dengan Sun Life sejak awal 2026. Hingga Agustus 2026, agency tersebut telah didukung sekitar 52 tenaga pemasar yang mayoritas berusia di bawah 40 tahun dan memiliki latar belakang di sektor perbankan serta asuransi jiwa.
Media Asuransi, GLOBAL – Bisnis Asia Sun Life mencatat kinerja positif pada kuartal/II 2026. Laba bersih bisnis Asia perusahaan mencapai US$144 juta atau sekitar C$202 juta, melonjak 153 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Melansir laman _Insurance Asia_, Senin, 10 Agustus 2026, kenaikan laba tersebut didorong oleh dampak positif dari pasar ekuitas publik, perbaikan dampak terkait pasar, serta peningkatan _underlying net income_ atau laba bersih yang mencerminkan kinerja operasional bisnis.
_Underlying net income_ bisnis Asia Sun Life naik 18 persen menjadi US$158 juta atau C$222 juta. Pertumbuhan ini ditopang oleh penjualan yang kuat dan pertumbuhan bisnis yang sudah berjalan di Hong Kong, penurunan biaya, serta pengalaman kredit yang positif.
Namun, pertumbuhan tersebut sedikit tertahan oleh penurunan pendapatan berbasis biaya. Kondisi ini terjadi seiring proses transisi bisnis administrasi ke platform eMPF terpusat di Hong Kong.
Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin usaha untuk beroperasinya PT Sun Life Financial Syariah Indonesia. Izin usaha asuransi jiwa syariah ini berlaku mulai 22 Juli 2026.
|Baca juga: [Sun Life Genjot Asuransi Kesehatan Syariah Lewat Produk Baru SHIFA](https://mediaasuransinews.co.id/asuransi/sun-life-genjot-asuransi-kesehatan-syariah-lewat-produk-baru-shifa/)
Dalam pengumuman resmi OJK yang dikutip Kamis, 30 Juli 2026, disebutkan bahwa Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan memberikan izin usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah kepada PT Sun Life Financial Syariah Indonesia, melalui KEP-57/D.05/2026 pada 22 Juli 2026.
Perusahaan tersebut beralamat di Menara Sun Life Lantai 11 Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Blok 6.3, Kawasan Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, 12950.
|Baca juga: [Bos Sun Life: Eksekusi dari Pemimpin Asuransi Lebih Penting daripada Strategi](https://mediaasuransinews.co.id/asuransi/bos-sun-life-eksekusi-dari-pemimpin-asuransi-lebih-penting-daripada-strategi/)
ILUSTRASI. Suasana di Kantor Pusat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan pemberlakuan izin usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah kepada PT Sun Life Financial Syariah Indonesia.
Berdasarkan publikasi OJK di situs resmi pada 29 Juli 2026, izin tersebut diberikan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan nomor KEP-57/D.05/2026 per 22 Juli 2026 tentang pemberian izin usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah kepada PT Sun Life Financial Syariah Indonesia.
"Pemberian izin usaha tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Anggota Dewan Komisioner dimaksud," ujar Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK I Wayan Wijana dalam pengumuman tersebut.
Media Asuransi, GLOBAL – Sun Life melakukan perubahan pada jajaran kepemimpinannya di kawasan Asia. Perusahaan mempromosikan Chris Wei sebagai President, SLC Management, Asia Wealth and Capital Markets serta menunjuk Budi Darmawan sebagai Chief Agency Officer Sun Life Vietnam.
Melansir _Asia Insurance Review_, Selasa, 14 Juli 2026, Chris Wei bergabung dengan Sun Life pada 2022 sebagai Chief Client and Innovation Officer. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, jabatan tersebut diemban hingga Juli 2026 sebelum memperoleh promosi ke posisi baru.
Sebelum bergabung dengan Sun Life, Wei meniti karier di sejumlah perusahaan asuransi, di antaranya Blue Insurance, Aviva, Great Eastern, AIA, AIG United Guaranty Insurance (Asia), dan Allstate Canada. Ia memulai kariernya di industri asuransi pada 2002.
|Baca juga: [BEI Resmi Cabut Suspensi Saham Asuransi Maximus Graha (ASMI)](https://mediaasuransinews.co.id/asuransi/bei-resmi-cabut-suspensi-saham-asuransi-maximus-graha-asmi/)
**|Baca juga:…
Media Asuransi, JAKARTA : Studi terbaru Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 mengungkapkan bahwa hanya 14 persen masyarakat Indonesia yang merasa sangat aman secara finansial di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
Temuan ini muncul meskipun tingkat ketahanan finansial masyarakat menunjukkan tren positif, dengan proporsi individu yang memiliki ketahanan finansial tinggi meningkat dari 30 persen pada 2025 menjadi 34 persen pada 2026.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup, tanggung jawab finansial terhadap keluarga, serta kesiapan menghadapi kenaikan biaya hidup yang berkelanjutan masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat Indonesia dalam membangun rasa aman finansial jangka panjang.
|Baca juga: [Studi Sun Life: 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup](https://mediaasuransinews.co.id/asuransi/studi-sun-life-80-masyarakat-indonesia-merasakan-tekanan-biaya-hidup/)