Zurich Insurance Indonesia
www.zurich.co.idProducts
0
Product lines
0
Market signals
20
Products
Market Signals
Jakarta: Persoalan kesehatan mental dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap produktivitas dan ketahanan ekonomi. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan Zurich Insurance Group melalui laporan The Value of Mental Health yang diterbitkan pada April 2026.
Laporan tersebut mengkaji hubungan antara kesehatan mental, produktivitas, serta sistem perlindungan di enam negara, yakni Australia, Chile, Jerman, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Inggris.
Kajian itu menggunakan tiga perspektif utama, yaitu people, productivity, dan protection systems. Ketiganya menggambarkan bagaimana persoalan kesehatan mental dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang sekaligus memberikan konsekuensi yang lebih luas terhadap dunia kerja dan perekonomian.
Di Indonesia, persoalan kesehatan mental juga menjadi perhatian. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental.
Gangguan Mental Berdampak pada Produktivitas
ILUSTRASI. Asuransi Kesehatan Hewan Peliharaan Makin Diminati (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan gaya hidup memelihara hewan kesayangan turut membuka peluang baru bagi industri asuransi umum di Indonesia. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai produk asuransi hewan atau pet insurance memiliki ruang untuk berkembang, meski saat ini pasarnya masih relatif terbatas.
AAUI melihat pasar pet insurance di Indonesia masih menyasar segmen konsumen tertentu. Namun, pertumbuhan ekosistem hewan peliharaan serta meningkatnya perhatian pemilik terhadap kesehatan dan perawatan hewan dinilai dapat menjadi pendorong bagi pengembangan produk tersebut.
ILUSTRASI. Ini Respons AAUI Soal Adanya Usulan Proses Penyelamatan untuk Asuransi Bermasalah (KONTAN/Ferry Saputra)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melihat adanya peluang pasar untuk asuransi hewan atau _pet insurance_ di Indonesia.
Kendati begitu, hingga saat ini pasar produk _pet insurance_ memang masih terbilang kecil dan hanya menyasar pada konsumen tertentu. Namun, perkembangan ekosistem hewan peliharaan dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan hewan membuka ruang pengembangan produk ini.
Berdasarkan data Fortune Business Insight memperkirakan nilai pasar _pet insurance_ global adalah sekitar USD10,4 miliar pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD21,3 miliar pada 2034 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 8% per tahunnya.
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja lini asuransi perjalanan.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, Direktur Zurich Asuransi Indonesia Auralusia Rimadiana mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kemudahan akses pembelian produk dan memperkuat layanan digital.
"Ditambah, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan selama bepergian," katanya kepada Kontan, Rabu (9/9).
Auralusia menyampaikan pihaknya juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan nasabah dan tren perjalanan. Hal itu diperlukan agar perusahaan dapat menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai tambah bagi nasabah.
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Kalimantan. Kondisi tersebut membuat penerbangan dibatalkan hingga dialihkan.
Perusahaan asuransi umum PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) menilai asuransi perjalanan begitu diperlukan.
Direktur Zurich Asuransi Indonesia Auralusia Rimadiana mengatakan asuransi perjalanan memberikan perlindungan yang membantu memberikan ketenangan pikiran bagi masyarakat saat bepergian, salah satunya berupa dukungan finansial akibat gangguan perjalanan yang tidak direncanakan.
Jakarta: Memiliki mobil bukan hanya soal biaya membeli kendaraan. Pemilik juga perlu memikirkan kemungkinan pengeluaran tidak terduga ketika kendaraan mengalami kerusakan atau kecelakaan. Asuransi mobil bisa menjadi salah satu solusi untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko tersebut.
Namun, memilih asuransi mobil sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga premi saja. Usia kendaraan, intensitas penggunaan, kondisi jalan yang sering dilalui, cakupan perlindungan, hingga layanan yang tersedia ketika terjadi kondisi darurat juga perlu diperhatikan.
Jenis Asuransi Mobil Ada Apa Saja?
Zurich Autocillin menyediakan pilihan perlindungan Comprehensive (All Risk), Comprehensive Plus, dan Total Loss Only (TLO) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan profil kendaraan.
Comprehensive
Comprehensive atau yang sering disebut All Risk memberikan perlindungan terhadap kerusakan ringan maupun berat sesuai ketentuan polis.
Comprehensive Plus
Zurich Autocillin Comprehensive Plus memberikan manfaat Comprehensive sekaligus…
ILUSTRASI. Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia Hilman Simanjuntak (KONTAN/Ferry Saputra)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) berhasil mencatat kinerja positif hingga periode Juli 2026.
Perusahaan membukukan kenaikan kontribusi sebesar 20% _year on year_ (YoY) menjadi Rp400 miliar per Juli 2026.
"Kinerja ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk dan layanan perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri," ujar Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak kepada Kontan, Selasa (8/9/26).
Namun, ia menilai masih ada sejumlah tantangan membayangi kinerja industri asuransi syariah. Salah satunya adalah masih rendahnya tingkat literasi dan pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi berbasis syariah.
ILUSTRASI. Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak (KONTAN/Ferry Saputra)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat peluang bagi industri asuransi syariah untuk memperkuat peran dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pengembangan ekosistem haji dan umrah dapat menjadi ruang bagi industri asuransi syariah untuk memperluas peran dan kapasitasnya.
"OJK melihat bahwa peluang penguatan peran industri asuransi syariah dalam mendukung ekosistem haji dan umrah masih sangat besar," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, penguatan sinergi dengan kementerian terkait atau dalam hal ini adalah Kementerian Haji dan Umrah serta pemangku kepentingan, termasuk industri asuransi syariah akan menjadi salah satu upaya mengembangkan ekosistem pada segmen ini.