Asuransi Allianz Utama Indonesia
www.allianz.co.idProducts
9
Product lines
4
Market signals
20
Products
Allianz Mobilku
Asuransi Allianz Utama Indonesia
- Segment
- Pemilik kendaraan penumpang (non truk, non bus, non motorcycle)
- Premium
- TLO: 0.20% - 0.65% | Comprehensive: 1.05% - 4.20% dari Sum Insured
- Term
- Satu tahun
Allianz Usahaku
Asuransi Allianz Utama Indonesia
- Segment
- Individual dan Perusahaan Skala Menengah (SME)
- Premium
- Uang Pertanggungan x Tarif Premi
- Coverage
- Guaranteed Acceptance Rp 5.000.000.000, maksimum per risk Rp 30.000.000.000
- Term
- Satu tahun
Annual Travelpro
Asuransi Allianz Utama Indonesia
- Segment
- individu penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan internasional dan domestik secara rutin
- Premium
- Rp 1.017.000 - 5.870.000 per tahun tergantung plan dan usia
- Coverage
- Batas manfaat per kejadian/per perjalanan sesuai plan yang dipilih (Superior, Deluxe, atau Domestic) dalam jutaan Rupiah
- Term
- 1 tahun (annual), lama perjalanan per sekali jalan: maks 90 hari internasional, maks 30 hari domestik
Asuransi Garuda Indonesia
Asuransi Allianz Utama Indonesia
- Segment
- Penumpang Garuda Indonesia
- Premium
- Rp 37.000 - 2.123.000 per trip
- Term
- Satu arah atau pulang-pergi (maks. 90 hari internasional, 30 hari domestik)
Automobile Liability
Asuransi Allianz Utama Indonesia
- Segment
- Individu atau Perusahaan yang mempunyai atau menyewa kendaraan
- Premium
- 0,20% - 0,50% dari limit pertanggungan, minimum Rp 300.000
- Coverage
- Limit pertanggungan maksimal Rp 10.000.000.000 untuk tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga
- Term
- Satu tahun
Group Travelpro
Asuransi Allianz Utama Indonesia
- Segment
- kelompok/perusahaan yang mengirimkan karyawan atau anggota grup berpergian ke luar negeri
- Premium
- IDR 100.000 - IDR 1.770.000 per perjalanan tergantung destinasi, durasi, dan usia
- Term
- Per perjalanan (single trip), maksimum 31 hari untuk polis grup
Market Signals
Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB
Asuransi properti. \[Shutterstock\]
Direktur Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan menyatakan pelaku usaha wajib melakukan mitigasi risiko dan asuransi pada Rabu, 14 Oktober 2026. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia melaporkan nilai klaim asuransi properti melonjak menjadi Rp5,78 triliun hingga kuartal II 2026. * Penerapan perlindungan asuransi aset dapat membantu bisnis bertahan dan bangkit kembali dari dampak bencana.
Suara.com - Risiko kerugian terhadap aset usaha menjadi perhatian di tengah meningkatnya nilai klaim asuransi properti.
Hal ini terlihat banyaknya bencana yang tidak bisa di prediksi bisa menimbulkan kerugian pada pelaku usaha di sektor bisnisnya.
Dalam hal ini, Direktur sekaligus Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan mengatakan, pelaku usaha perlu menerapkan mitigasi risiko sejak awal, termasuk melalui perlindungan asuransi.
ILUSTRASI. Asuransi Properti (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha perlu memperkuat perlindungan asuransi properti untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana maupun kejadian tak terduga.
Pasalnya, dampak bencana tidak hanya berupa kerusakan bangunan dan mesin, tetapi juga dapat mengganggu operasional hingga menekan kondisi keuangan perusahaan.
Direktur sekaligus Chief Technical Officer PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan mengatakan, pelaku usaha perlu menerapkan mitigasi risiko sejak awal, termasuk melalui perlindungan asuransi.
“Karena itu, pelaku usaha perlu memikirkan mitigasi risiko dan melindungi usahanya sejak awal. Perlindungan finansial, termasuk asuransi, dapat menjadi jaring pengaman agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bangkit kembali setelah terjadi risiko,” ujarnya dalam keterangannya Selasa (13/10/2026).
ILUSTRASI. Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) mencatatkan premi dari lini asuransi engineering mencapai Rp 11,7 miliar per Agustus 2026 (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ferry Saputra** | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) mencatatkan kinerja positif terkait lini asuransi _engineering_ atau rekayasa.
Head of Commercial Underwriting Allianz Utama Indonesia Datien Widyastuti menerangkan, premi yang dibukukan Allianz Utama dari lini asuransi engineering mencapai Rp 11,7 miliar per Agustus 2026.
"Nilainya meningkat 73,3%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).
Datien mengatakan kinerja positif itu tak terlepas dari masih adanya permintaan perlindungan asuransi rekayasa yang tetap terjaga, khususnya pada proyek-proyek yang tetap berjalan sesuai rencana.
ILUSTRASI. Premi asuransi properti terkontraksi 13,6% year on year (YoY) pada semester I-2026. Allianz Utama pilih diversifikasi portofolio (KONTAN/Baihaki)
Reporter: **Ade Priyatin** | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi properti masih menghadapi tekanan hingga pertengahan tahun 2026. Ini tecermin dari data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mencatatkan premi asuransi properti terkontraksi 13,6% _year on year_ (YoY) pada semester I-2026.
Menurut _Head of Commercial Underwriting_ PT Asuransi Allianz Utama Indonesia atau Allianz Utama Indonesia Datien Widyastuti mengatakan, peluang pertumbuhan lini properti masih terus terbuka.
Kendati laju kinerjanya hingga akhir tahun dipengaruhi oleh sejumlah faktor, katanya kebutuhan masyarakat akan perlindungan aset masih tetap terjaga.
Hal inilah yang membuat peluang pertumbuhan lini asuransi properti masih terbuka, terutama pada segmen komersial dan industrial.
Jakarta -
Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Anggito Abimanyu, melaporkan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia saat ini masih di bawah 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per 2025.
Menurutnya angka ini merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara (ASEAN). Di mana negara yang pembanding seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura semua berada jauh di atas Indonesia.
"Penetrasi asuransi masih di bawah 2% terhadap PDB, tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, yang pada umumnya telah menyelenggarakan program penjaminan polis terlebih dahulu," kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).
Dalam slide paparan yang disampaikan Anggito, terlihat tingkat penetrasi asuransi di ASEAN per 2025 tertinggi di Singapura dengan angka 7,60% dari PDB. Setelahnya disusul oleh Thailand dengan tingkat penetrasi 5,10% dari PDB.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu memegang kacamata saat menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Anggito Abimanyu, menjelaskan penetrasi asuransi di Indonesia masih menjadi salah satu yang terendah di ASEAN. Saat ini penetrasi asuransi Indonesia baru ada pada kisaran 1,3 persen terhadap PDB.
Angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand bahkan Filipina.
"Penetrasi asuransi masih di bawah 2 persen terhadap PDB, tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, yang pada umumnya telah menyelenggarakan program penjaminan polis terlebih dahulu," kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat pada Kamis (10/9).
Media Asuransi, JAKARTA – Libur panjang kerap kali menjadi momen bagi masyarakat untuk bepergian bersama kerabat, atau keluarga. Seiring meningkatnya tren road trip, mobil pribadi pun menjadi moda transportasi favorit karena menawarkan fleksibilitas dalam menentukan rute maupun waktu perjalanan.
Di balik tingginya minat tersebut, durasi perjalanan yang lebih panjang, kondisi jalan yang beragam, hingga intensitas penggunaan kendaraan dapat meningkatkan potensi terjadinya risiko apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Pengalaman Allianz Utama Indonesia dalam menangani klaim kendaraan menunjukkan bahwa berbagai risiko tersebut merupakan kondisi nyata yang dapat dialami oleh pemilik kendaraan. Sepanjang Semester I 2026, Allianz Utama Indonesia mencatat sebanyak 1.722 klaim kendaraan dengan total nilai klaim yang dibayarkan mencapai lebih dari Rp17 miliar.
Media Asuransi, JAKARTA – Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia Sunadi mengungkapkan pertumbuhan positif Allianz Utama Indonesia di 2025 mencerminkan komitmen dalam menyediakan perlindungan asuransi umum yang relevan bagi nasabah individu maupun pelaku usaha.
Sebagai perusahaan asuransi, ia menambahkan, Allianz Utama Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan solusi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, dengan tetap menjaga kualitas _underwriting_, kesehatan bisnis, dan kemampuan membayar klaim secara berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat dan berorientasi jangka panjang harus dibangun di atas fondasi tata kelola risiko yang kuat dan layanan yang dapat diandalkan,” kata Sunadi, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Allianz Utama memperkuat kinerja bisnis dengan GWP sebesar Rp911,5 miliar, meningkat 15,3 persen di 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh lini bisnis yang beragam.